Selasa, 09 Juni 2009

AGRO SONGO PAPAT

AGRO SONGO PAPAT (AGRO 94) adalah sebuah komunitas yang lahir dari sebuah keinginan untuk merasakan nikmatnya kebersamaan dari sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian Jurusan Budidaya Pertanian Angkatan 94 Universitas Wangsa Manggala Yogyakarta.

Blog ini terbuka untuk semua Komunitas AGRO SONGO PAPAT dan siapa saja yang merasa memiliki keterkaitan yuridis dalam berbagi cerita, kenangan, persahabatan, persaudaraan, info, bisnis dan segala sesuatu yang berkaitan dengan hidup dan sisi kemanusiaannya.

Sangat diharapkan adanya sumbangsih berupa info, komentar, cerita, foto dll yang dikirim via e-mail ke embuncemaramahameru@yahoo.com

Semoga bermanfaat dan menjadi ladang amal, amin.

PERSAHABATAN ADALAH

* Sahabat adalah orang yang pertama datang saat seisi dunia pergi.

* Sahabat itu seperti alam yang tidak pernah berdusta pada siapa saja yang mencintainya.

KABAR CAH AGRO

* Windo Gondrong, posisi masih di Bangka. Berjuang mengentaskan buta aksara di desa terpencil bernama Saing. Kerja sambilan sebagai distributor teh rosella merah dan bawang dayak sebagai terapi pengobatan. Kunjungi Blognya di http://tehrosellamerah.blogspot.com/ atau http://bawangdayakku.blogspot.com/

* Bambang S'Arya, menikahi teman kita sendiri (Pren Nikahi Pren) Rita cah wates. Saat ini ada di Bogor sebagai eksportir produk-produk pertanian seperti buncis, jamur, asparagus dll.

* Priyono, masih setia dengan profesi jurnalisnya. Posisi terakhir di Jakarta.

* Jumio, posisi di Riau sebagai Kepala Sekolah sebuah MTs dan sebagai petani sawit. InsyaAllah tanggal 12 Juni 2009 akan menikah. Minta do'anya ya.

* Samio, posisi di Kalimantan sebagai salah satu staff perkebunan kelapa sawit terkemuka. Status masih jomblo dengan berat badan yang lumayan ideal.

* Tole, posisi masih di Jogja. Bekerja di sekolah medis. Alhamdulillah sudah berani menikah dan baru saja menjalani operasi dan masih dalam masa penyembuhan, Minta do'anya.

* Bagus Widodo "Kepala Suku Agro 94", posisi di jogja sebagai wirausahawan multimedia, servis dll. Status masih lajang (kok betah yo om)

* Dwi Bunder, posisi di Lampung pada perkebunan kelapa sawit yang lokasinya lumayan pedalaman, jauh dari jangkauan teknologi. Komunikasi satu-satunya adalah pengiriman surat via burung merpati.

* Yang lain nyusul yo

ANGKRINGAN CAH AGRO

* Om Windo
Dulu sewaktu kita benar-benar susah, kadang makan lebih sering tidak, sangat jarang pegang uang, kita begitu dekat. Lebih dekat dari urat leher kita. Saat kita sama-sama lulus dan mencoba melawan kata menganggur, kita masih sempat berkomunikasi meski dengan cara yang lumayan primitif, lewat surat. Sekarang, disaat kita berada dalam satu desa yang bernama dunia, disaat teknologi menghilangkan jarak, kita justru saling menjauh, enggan berkomunikasi atau sekedar say hello padahal 24 jam handphone di tangan kita. Kita emang kebangetan. Semoga blog ini bisa menjadi ajang reuni dan menemukan kembali serpihan persahabatan yang sempat hilang dengan kondisi yang jauh lebih baik. Bravo songo papat.

* Mas Priyono
Stasiun Tebet Jakarta Selatan diguyur hujan ketika secara tak sengaja saya bertemu gadis belia berambut poni, di sebuah siang beberapa pekan lalu seusai sebuah tugas liputan. Mungkin dia seusia keponakan saya yang saat ini duduk di kelas 3 SMP, mungkin kurang dari itu. Kami duduk di bangku yang sama, menunggu kereta dari arah selatan menuju stasiun kota. Dandanannya biasa saja, rapi dengan kemeja lengan pendek coklat motif tartan dipadu rok biru tua selutut. raut wajahnya tenang, bahkan terlalu tenang untuk anak seusianya. Duduk manis mengapit tas ransel warna hitam. Merasa tak kenal, saya diam saja beberapa jenak. Yang agak janggal, bibir mungil gadis itu terus saja tersenyum, matanya memandang lurus. Hmm seingat saya tidak ada yang menarik di depan sana, juga tak ada yang jenaka. Di seberang rel itu hanya kerumunan orang yang itu itu juga. Tak ada yang luas biasa pada deretan lapak penjual VCD bajakan, sabuk dan sepatu kulit murah dan penjaja minyak wangi itu. Menatap apa dia? Iseng kutatap wajahnya lebih dekat. Oh ada guratan putih abu-abu pada kornea mata gadis itu. Dia Buta. Dan dari situlah percakapan kami bermula. Percakapan biasa tentang asal dan tujuan perjalanan hari ini. Juga tentang rumah dan cuaca. Tak lama kemudian kereta menuju Stasiun Kota datang. Gadis itu berdiri. Di jemari kirinya mengapit selembar tiket. Tangan kanan menggenggam tongkat kecil berbahan aluminium menuntun angkah menuju pintu kereta. Saya sungkan untuk sekedar membantunya menuntun langkahnya memasuki kereta. Bukan karena apa, biarpun tertatih, langkah kecilnya begitu pasti dan tongkatnya seakan punya mata. Ada beberapa kalimat meluncur dari bibir mungilnya sebelum saya melihat tubuhnya tenggelam diantara para penumpang, orang-orang yang tak dikenalnya, tak dilihatnya.
"Terima kasih kakak mau mengajak saya bicara. Laetitia memang buta. Tapi Laetitia senang diajak bicara." ujarnya dengan wajah polos.
Laetitia, demikian nama yang kuingat hingga hari ini.
Mengingat Laetitia, saya jadi berhasrat mengingat-ingat kembali remah-remah ingatan sepuluh tahun silam, ketika saya dan sebagian teman-teman saya belum diwisuda.
Ada Bung Samio yang montok itu, Jumio dan Kang Hamid Syamsul Rijal yang saya kira kakak beradik. Ada biang rame Very Raharto dan Retnonya. Atau si cantik Ratna Adirianti dan Bung Windo yang beberapa kali saya satroni kos-kosannya (dan tak mendapati apapun disana kecuali sebuah gitar tua), siganteng Teguh (ada dimana Mas???), Duo Bambang (Sun dan Sup) duh teramat banyak. Mungkin saya baru bisa mengingat nama-nama itu seperti mengingat Laetitia. Yang akan berterima kasih walau hanya diajak bicara. Saya dan semua teman-teman itu seingat saya melek semua sehingga tak kaku seperti gestur tubuh Laetitia. Walau begitu, jarak dan waktu seakan membekukan ingatan satu dasawarsa itu. Kita tak saling melihat teman-teman. Kita dibutakan oleh jarak dan waktu yang tak memungkinkan kita leluasa saling berjabat tangan, menepuk pundak atau cipiki cipika (kalau masih mau dan saya yakin masih mau karena kita begitu rindu lama tak bertemu) atau sekedar jitakan kecil di ubun-ubun sebagai tanda sayang.
Syukurlah, Mbah Windo mengawali langkah kecil dengan menghadirkan Stasiun tebet di dunia maya. Tempat pertama kali saya dan Laetitia bercakap dengan segala keterbatasan indra. Untunglah hati kita melek sejembar-jembarnya untuk bisa saling melihat dan menyapa. Seperti kata Laetitia, "Laetitia senang diajak bicara". Belakangan Saya tahu, kata “Laetitia” berasal dari bahasa latin, yang artinya cahaya matahari. Yuk, kita bangunkan matahari kita. Kita hangatkan kebekuan ingatan kita….

Salam dari Gondangdia

* Setyo "Nirvana" Nugroho
Assalamuallaikum Wr.Wb salam sejahtera .i'm so happy alias seneng ud ada blog aggro angkatan 94.setelah baca tulisan si kang windo aku mau mulis teriakan hati ini.yach mungkin diantara kita agro 94 masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan kayak aku ini he.he.tapo struggle keep on moving alias perjuangan mentas dari jurang kemiskinan tetap harus dilanjut kalo kita masih belum behasil.aku baru saj berusaha bisniss tapi gagal.Ugghhhhhh kayak seperti dipukulato di tendang ulu hati ini....tapi tdk apa sebagai rasa syukur tidak cukup hanya dengan kata-kata Alhamdulillah, tapi dengan menggunakan seluruh tubuh kita agar lebih berguna baik buat diri kita pribadi maupun orang lain.Buat temen-temen yang sudah sukses jangan lupa doro yo.OK lain kali di lanjut,,buat mas nurwindo smg sukses ne dodolan plus jd guru.Piss, Love and Empathy Wassalamuallaikum Wr.Wb

* Hamid Syamsul Rizal
Dengan adanya blog agro 94 sangat baik sekali krn kita dpt saling mengenang wkt kt almamater wongso monggola dlm 1 wadah among tani meski kn yataanya skrng da lain disebuah wadah yg sngat beda2 ,tp to tak mjd pmaslaha n yg pting kt ttap saling knal antra 1 yg lainya mski sesibuk apapun.

ku coba krim komentar lwt sebuah perangkat yg hari2 menemani tuk k ontek pd siapapun tmsuk krim mail ke blog agro94.dg adanya blog ni sngat bai k krn dpt menghub kembali antra kwn seangkatan wkt mengais ilmu di wongso mo nggolo,smoga dg danya blog ni dpt membina hub persahabatan kembali shg dpt k temu meski hnya lwt hp maupun blog ini

* Maximus Mandul Warut
Dear Bung Windo,

Bersama ini saya lampirkan foto dan komentar saya, tolong dimuat di blogspot kita.

Terima kasih

Regards,
Maxi
(Di tunggu komentar, cerita dan info-info dahsyatnya setelah 10 tahun berkelana. Sampai jumpa di Senayan)

Lanjutan ...
Salam hangat,
Wahai kawan dan sahabatku terkasih, sudah sepuluh tahun kita berpisah satu dasawarsa pula kita putus komunikasi. Banyak suka dan duka kita lewati dengan cara berbeda, ada yang secara kebetulan bisa bertemu dan mengabarkan satu sama lain nomor telpon kawan yang ada, namun banyak diantara kita yang sampai saat ini belum tau kabar beritanya. Sangat disayangkan memang, namun buka berarti kita saling melupakan. Sahabatku, kita belum terlambat untuk memulai lagi mengingat kembali masa-masa kebersamaan kita dulu. Saya mendengar bahwa kawan-kawan kita banyak yang sudah berhasil. Beberapa diantaranya yang sudah pernah berkomunikasi dengan saya via telpon seperti Mbak Ratna Adiriyanti di Jogja, Mas Triadi Tole (anak seribu pulau) di Jogja, Mbak Rosalia Mahanani di Jogja, Mas Fery Raharto dan istrinya Mbak Retno di Palembang, Bang Samio di Sampit Kalteng, Mas Eko Budiaryadi di Lampung, Bung Nurwindo di Bangka Belitung, Bang Jumio di Riau, Bang Hamid di Riau, Mas Wuri di Kaltim, Bang Sahrial di Kaltim, Bang Heri Purnomo di Papua, Mbak Rita Wulandari dan Suaminya Mas Bambang di Jawa Barat, Mbak Ida di Palembang, Mbak Astri Gendut di Suroboyo, Mbak Uut di Jogja. Ada beberapa kawan juga yang belum sempat saya hubungi. Namun melalui media ini saya sangat terharu ketika melihat Mas Priyono yang dengan gagah terpampang dengan wajah gantengnya, saya belum sempat menelpon bliau, salam hangat kawan saya sangat menantikan diskusi-diskusi hangat tentang kehidupan. Ada juga kawan kental saya yang sampai saat ini saya belum tau keberadaannya di mana, seperti Teguh Kalfinianto, Bayu Cahyadi, Haryanto Boyolali, di mana kalian sekarang kawan ... Dari kawan-kawan yang saya hubungi, semuanya sudah berhasil, ada yang punya wirausaha, ada yang punya kebun sawit, ada yang jadi dosen dan guru, ada yang jadi konsultan pemerintahan, ada yang bekerja di perusahaan perkebunan (seperti saya), terus terang saya ikut senag kawan.
Tentang saya,
Saya sekarang tinggal dan bekerja di Kalimantan Barat, sempat melang-langbuana ke Kalimantan Timur, Sumatera Barat dan Sarawak Malaysia, suka duka kulalui waktu-demi-waktu, hari-demi-hari hingga tahun-berganti –tahun. Orang bilang memang jodohku di Kalimantan Barat hingga kutinggalkan kampung halamanku di Flores Nusa Tenggara Timur. Itulah hidup, bag air mengalir hingga akhirnya saya menemuka wanita yang sangat mencintai saya apa adanya, dia adalah wanita asli khas suku Dayak Kalimantan Barat, saya memutuskan untuk menikah pada bulan Agustus 2005 dan sekarang kami dikaruniai seorang putri dan sebentar lagi kami menantikan kehadiran putra atau putri kami yang kedua. Saya menyadari bahwa saya adalah insan yang sangat beruntung dalam hidup ini, memiliki sebuah keluarga kecil yang semuanya mencintai dan menyayangi saya.
Saya memilih berkarier di kebun sawit, walaupun mengurus kebun sawit orang, tapi saya bangga karena saya bekerja pada bidang yang saya tekuni waktu kita bersama di kampus tercinta Unwama atau umby sekarang. Saya memulainya dari nol, dimana merangkak menjadi bang mandor di perusahaan perkebunan swasta di Kalbar, merangkak lagi menjadi Asisten Lapangan, merangkak lagi menjadi Senior Asisten (walaupun belum senior), merangkak lagi menjadi Field Manager dan sekarang Puji Tuhan (Alhamdulillah) saya bisa menjadi Manager di sebuah perusahaan perkebunan swasta asing di salah satu kabupaten di Kalimantan Barat yaitu Ketapang.
Sahabatku,
Media ini selayaknya kita kembangkan selagi kita masih bisa dan saya yakin kalau ada niat, pasti kita bisa. Bagi kawan-kawan yang belum mengetahui adanya media ini, tugas kita lah yang memberitahukannya, terutama kawan-kawan yang jauh di pedalaman Kalimantan seperti Mas Wuri, Bang Sahrial, Bang Samio atau kawan-kawan yang ada di pedalaman Sumatera atau pun Papua. Saya sangat berterima kasih kepada Bung Windo yang telah merintis media ini dengan antusias, untuk itu saya memberikan apresiasi yang tinggi bagi bliau. Hanya satu kalimat perpisahan yang masih saya ingat dengan jelas di Bung Windo adalah “Sampai Ketemu di Senayan Kawan”. Kalimat itulah yang membuat saya tergugah untuk melirik berbagai partai politik pada waktu-waktu mendatang ini. Iya samapai ketemu di Senayan kawan, entah kapan, tapi sebelumnya sebaiknya kita ketemu di Argomulyo aja dulu..... he...he...he..

* Om Hamid
okey mkin ramai di blog agro94 bg teman2 yg blum nongol ayo2 tampi lah,meriahkan blog ini biar meriah.Mas NUR gerakan trus tiap da mail yg mas uk lsng liput biar hidup suasana blog agro94,bg kwn2 yg dah msk kayak om Ma x,bang tiok,pak pri,mas nur pantau trus blog ni.Dg da blog ni disisi saling bg crita kalo bisa tukar menukar pngalaman banto membantu,dulu smasa kt akt if di wongso pnah diadakan smacam pkumpulan yg diantara isinya membhas ttang kerjasma spt saling tarik ulur bg kwn yg msih ngangur spy bisa bekerja. Bag i kwn spt bang MAXI tlong ni sbg agenda krn dah menjadi manager disebuah per usahaan Asing,stlh sy membaca pd blog ni pngalamanya dah sgt menanjak drpd k wn2 lain.Namun arti tarik ulur ni jgan diartikan sm dg KKN (korupsi,kolusi,n epotisme) ksih jlan aja bgmn spy tak KkN.Memang stlah kt lulus dr wongso sea kan2 merasa sngat jauh diantara kt namun sbnrnya tdk krn jaman dah maju,dg h al spt ini kt mudah tuk kontek mk jgn da alasan kitakan dah jauh

Lanjut Om Hamid ...
smenjak bahkan blum lulus dr wangsa Manggala sy dah mulai bekerja ,pnah sy diajak tman di jatim bkerja sm mendirikan sbuah prusahaan kecil2an starap Cv,ni pngalaman yg tak bisa hilang waktu cari karyawan buka lowongan yg daftar smuanya SP (sarjana pertanian) rata2 Ip 3, sdg wkt to sy blum SP.D i Jatim berjalan hampir 2 th,stlh to mencoba terjun di dunia tebu 1 th,kmud ian merantau di Riau sbg tenaga harian lepas di ptp sambil ngajar di sbuah s mp,jd pagi kerja di ptp sore ngajar namun hnya berjalan 5 bln.sblm ke riau s y pnah jg bisnis kecil2an krn krang fokus tak berlanjut,bg kwn spt bang tio lanjutkan trus jgan takut ggl sy jg pnah gagal namun tetap bjuang trus krn kggalan meski pait to merupakan sebuah kesuksesan yg tertunda okey.....

*Agung June
Salam sejahtera, bagaimana kabar? Sungguh menyenangkan bisa melihat wajah-wajah lama yang masih murah senyum dan ramah.Semoga lewat media ini, kita bisa menyambung tali silahturahmi kembali.
Best Regard
Agung Budhi Prabowo (Lembang Jawa Barat)